Sri Wahyuni

Start here

“Multi Peran Seorang Ibu Saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)”

Kebijakan pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 melalui kebijakan Work From Home (WFH) bagi pegawai di perkantoran hingga sekolah-sekolah pun diliburkan, mengganti model pembelajarannya dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bagi sebagian orang tua tentu hal ini menjadi suatu pengalaman yang baru. Biasanya pengajaran anaknya diserahkan sepenuhnya kepada Bapak Ibu guru di sekolah maupun di bimbingan-bimbingan belajar, kini orangtua terutama ibu harus merangkap menjadi guru di rumah selain peran yang selama ini sudah di embannya. Tentu bukan hal yang mudah untuk dilakoni, secara selama ini sudah tidak bersinggungan dengan pelajaran sekolah lagi. apalagi untuk orang tua yang anaknya telah duduk di bangku sekolah lanjutan, sudah tidak mengenal lagi pelajaran putra putrinya.

Dibutuhkan ekstra talenta dari seorang ibu dalam menghadapi kegiatan pembelajaran jarak jauh yang dihadapi oleh putra putinya sebagai tindak lanjut kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia. Disamping harus mengurusi semua kebutuhan domestik keluarganya, seorang ibu juga dituntut untuk update informasi tentang tugas2 putra putrinya dan memastikan tugas tersebut diselesaikan dan dikirimkan tepat waktu. Dengan 10 mata pelajaran dari setiap guru yang memberikan tugas sangat beragam, mulai dai hanya sekedar merangkum materi, melukis mewarnai, mengerjakan soal, mengisi soal online lewat aplikasi, membuat video, merekam suara, memainkan alat musik, merekam tarian dan lain-lain. Sungguh merupakan tugas yang luar biasa berat dan baru disadari beratnya tugas seorang guru manakala menghadapi murid-muridnya. Belum lagi jika ibu tersebut tidak hanya memiliki seorang anak, tentulah seambreg tugas menanti.

Belum lagi selama anak stay di rumah saja, otomatis kebutuhan akan makanan menjadi meningkat, sehingga ibupun harus putar otak bagaimana kreatifitasnya mengolah bahan pangan dan mengelola keuangan keluarga.

Wahai Guru, Jangan Pindahkan Semua Tugas Mengajar pada Kami Para ...

 

Ibu Memainkan Banyak Peran Dalam Keluarga. Diantaranya 12 Peran ...

Semoga badai pandemi covid 19 segera berlalu sehingga para ibu tidak lagi setres menghadapi hari-harinya di rumah.

 

Ramadhan yang berbeda…

Ramadhan tahun 2020 atau 1441 H menjadi ramadhan yang sangat special bagi umat islam di seluruh dunia, tidak terkecuali dengan Indonesia. Mengapa ? Karena ramadhan tahun ini menjadi ramadhan yang penuh dengan aturan pembatasan. Sejak merebaknya pandemi corona maka semua negara di dunia melakukan pembatasan sosial atau social distancing, fisical distancing hingga penerapan lockdown di beberapa negara dengan maksud memutus mata rantai penyebaran virus covid 19. Pelarangan berkumpulkan manusia dalam satu area yang sama, anak2-anak sekolah di liburkan, kantor-kantor merumahkan karyawannya /pegawainya menganjurkan work from home (WFH), penutupan tempat-tempat ibadah dan dianjurkan melakukan ibadah di rumah saja.

Bulan Ramadhan yang identik dengan meriahnya kegiatan keagamaan di masjid-masjid dan surau-surau, kini sangat berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Tidak adalagi sholat lima waktu dan tarawih yang penuh di masjid-masjid, tidak ada lagi sholat jum’at atau bahkan buka puasa bersama yang biasanya setiap masjid menyiapkan hidangan ta’jil bagi masyarakat yang dalam perjalanan. Kini semua berbeda…demi menjaga kesehatan dan terhindar dari penyebaran virus corona. Bahkan karpet di masjid pun kini digulung agar tidak menjadi wadah menempelnya virus yang bisa saja tertinggal di karpet.

Sungguh ghirah agama menjadi sedikit meluntur, biasanya selepas tarawih masih terdengar hingga dini hari kaum bapak dan ibu yang bertadarus di masjid menyelesaikan bacaan Qur’annya, namun kini tak ada lagi. Semua melakukan apa yang dihimbau oleh pemerintah agar beribadah di rumah saja.

Bupati Lotim Minta Seluruh Masjid Ditutup Sementara | Lombok Post

Kerinduan menghidupkan malam-malam ramadhan dengan kegiatan keagamaan dan ibadah bersama-sama menjadi kerinduan yang tak tertahankan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua dan mengembalikan kembali keadaan sebagaimana sebelum virus corona melanda dunia. Aamiin https://drive.google.com/file/d/1O4nh-beBdQZ5uauBVC1r6EECUfhBsxMf/view  

Hujan Pagi Ini….

Hujan pagi ini ….

Ketika langkah tlah awali pagi

Jumpa riuhnya kesibukan kotaku

Derasnya hujan pagi ini

Tak surutkan langkah para pencari nasib

Disudut kota nan sendu

Kutatap langit penuh rindu

Layangkan angan akan hadirnya dirimu

Balut sepi temani mimpi

Duhai selimut hati…

Adakah engkau tahu hati ini merindu

Hadirmu kan hapus rinduku

Rintik hujan tak lagi sendu

Kala kutatap belahan hatiku

Temani aku dalam maghligai penuh haru

Hujan pagi ini…

Temani aku dalam riuh dan rendahnya rupa manusia

Langkah-langkah penuh makna

Jadi saksi setiap luka pasti berarti

Belitan yang seolah memberontak tuk segera dilepaskan

Hanya bukti bahwa langkah tak bisa dihentikan

Bahkan oleh hujan pagi ini…

 

 

(Coretan ringan saat kegiatan pembiasaan literasi “Mencipta” di SMP Negeri 231 Jakarta,Semper Barat, 20 Februari 2020)

dua sisi hati diantara waktu…

ketika waktu membuktikan segalanya

bahwa dua sisi tak selamanya sama

ketika waktu membuktikan segalanya

bahwa hati tak selamanya berkompromi

ketika waktu membuktikan segalanya

bahwa cukup rasa ini dipupuk tanpa sempat tumbuh berbunga

ketika waktu membuktikan segalanya

bahwa tak perlu dia yang melabuhkan hati

ketika waktu membuktikan segalanya

bahwa cinta membutuhkan samudra keikhlasan….

dua sisi

dua sisi hati diantara waktu……

 

 

 

Asa yang sirna…

gelegar petir mendendang di siang bolong

kutangkap terkejutku diatas lorong kosong

matahari nan enggan menampakkan diri

bersembunyi di balik meronanya awan kelabu

 

terpurukku dalam temaram hiruk pikuk insan tak berkaca

seolah dunia dalam balutan kuasanya

terinjak-injak hegemoni penguasa

seakan lupa kuasa tak selamanya

 

Masih pantaskah keangkuhan dipertontonkan ?

Masih adakah nurani jagai diri ?

 

 

Masih tentang UKG …

Geliat yang ditunjukkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI dalam mempersiapkan pelaksanaan UKG sungguh luar biasa, semua jenis media yang bisa digunakan sebagai alat publikasi dan update informasi dimanfaatkan secara maksimal. Berbagai kemungkinan munculnya masalah atau kendala baik teknis maupun non teknis diupayakan diberikan solusinya dengan cepat dan transparant serta efisien dalam waktu. beberapa link diberikan untuk memberikan solusi bagi kendala yang dihadapi oleh guru. Beberapa link tersebut antara lain :

Untuk Guru/Kepala Sekolah yg belum mendapatkan nomor peserta, Guru/Kepala Sekolah yg belum terdaftar sebagai peserta, Guru yang tidak sesuai Mapelnya maupun Kepala Sekolah yang jabatan nya masih sebagai guru dapat mengakses  link, berikut! 

Untuk guru yang mata pelajarannya tidak sesuai dapat membuka link berikut!

Untuk mencetak kartu ujian dapat mengakses link berikut!

Beberapa update Info langsung diinformasikan secara cepat ;
1. Untuk perubahan mapel di tunggu paling lambat tanggal 10 Desember 2019 pukul 10:00 wib (https://docs.google.com/forms/d/1LRO2O9Wl0a7ZvG2e7vQDc0U9LHciDUk_qi0d5nZRmmQ/viewform?edit_requested=true,)
2. Untuk guru yang belum bisa download kartu peserta silakan input di link yang sudah kami sebarkan dan proses pelaksanaan UKGnya akan di jadwalkan tanggal 17 Desember 2019 karena data sudah di konci untuk pelaksanaan UKG di tanggal 11-13 Desember 2019 jadi tidak bisa untuk ikut di tahap 1
3.Untuk Tempat Uji Kopetensi (TUK) tidak bisa di rubah dan bagi bapak/ibu yang berhalangan hadir atau tidak bisa ikut agar melapor ke TUK yang tertera di kartu ujian untuk di masukkan ke berita acara agar bisa di ikutkan di tahap berikutnya..
4.Bagi bapak/Ibu yang sudah masuk dalam nama-nama peserta UKG namun tidak bisa mencetak datang ke sudin untuk mencetak dengan menunjukan bukti bahwa sudah ada dalam list peserta UKG

Mengawal sebanyak tidak kurang dari 102.491 guru , mulai dari jenjang TK, SLB, SD,SMP, SMA/SMK baik negeri maupun swasta di Provinsi DKI Jakarta melalui penyiapan data dan pembenahan sarana prasarana pendukung, perangkat keras maupun lunak terkait teknis pelaksanaan, penyiapan TUK yang tersebar di beberapa wilayah Kota Administrasi,  sungguh patut diberikan apresiasi yang luar biasa bagi Dinas Pendidikan dan pihak-pihak terkait yang telah bekerja keras demi suksesnya pelaksanaan UKG di Provinsi DKI Jakarta. Semoga hasil yang dicapai memuaskan bagi semua pihak. Sukses Penyelenggaraan dan Sukses Capaian Hasil, Bravooo Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

 

UKG (Uji Kompetensi Guru)

Beberapa minggu terakhir ini, guru di DKI Jakarta disibukkan dengan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) yang rencananya akan dilaksanakan pada 11-13 Desember 2019.

WhatsApp Image 2019-12-08 at 18.20.47

Euphoria akan diadakannya UKG menghasilkan reaksi yang beragam dari para guru. Sebagian menganggap UKG yang diselenggarakan dinas pendidikan provinsi DKI Jakarta terlalu tergesa-gesa, terkesan kurang persiapan matang dan menimbulkan kegelisahan sedangkan sebagian mengganggap hal ini penting dilakukan sebagai alat untuk mengevaluasi tingkat kompetensi guru baik kompetensi pedagogik maupun profesional.

Amanat UU Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 pasal 4 “Kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi
untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.” menyakinkan kita bahwa seorang guru harus menjadi agen pembelajar yang senantiasa belajar dan terus belajar meningkatkan kapasitas dirinya sebagai pengawal garda terdepan dalam peningkatan mutu pendidikan di tanah air.

Berbagai reaksi positif pentingnya diselenggarakan UKG tersebut diakomodir oleh beberapa organisasi profesi guru seperti MGMP/KKG melalui pelatihan bedah kisi-kisi dan pembahasan soal latihan Uji Kompetensi Guru yang banyak di share melalui berbagai media.

KISI-KISI UKG IPS DKI 2019

PRETES SHOW 

BANK SOAL PEDAGOGIK UKG 2019

Dengan banyaknya berlatih soal-soal, para guru berharap akan mampu menjawab soal-soal UKG dengan baik. Untuk kepentingan apapun hasil UKG tersebut, apakah untuk pemetaan mutu guru di DKI Jakarta maupun untuk pemberian reward-reward terkait hasil atau bahkan pembuatan program-program pembinaan/pelatihan guru tentunya semua menginginkan hasil terbaik dan mampu berkontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di DKI Jakarta. Semoga……